Popular Post

Popular Posts

Recent post

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 11. Tampilkan semua postingan


Kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita karena terdapat cahaya. Terbukti pada saat hari gelap atau cahaya lampu di rumahmu mati kita tidak bisa melihat benda-benda di sekitar kita bukan? Mengapa kita dapat melihat benda-benda di sekitar? Pada kesempatan ini kita akan mempelajari bagaimana sifat cahaya. Selamat belajar J
Cahaya adalah salah satu bentuk gelombang. Cahaya dapat merambat di ruang hampa udara karena termasuk  jenis gelombang elektromagnetik. Jika cahaya mengenai suatu benda, seperti halnya gelombang mekanik, cahayatersebut dapat dipantulkan dan dibiaskan.
Sifat-sifat cahaya
  1. Cahaya merambat lurus
lilin
Salah satu sifat cahaya adalah merambat lurus dari sumbernya. Lihat contoh gambar di sampinng. Gambar tersebut membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Lihat pula video di bawah ini yang menunjukkan bahwa cahaya merambat lurus.
2. Cahaya dapat dibiaskan
pensil
Perhatikan gambar sebatang pensil dalam gelas berisi air diatas, pensil terlihat seolah-olah bengkok hal ini terjadi karena adanya pembiasan cahaya. Cahaya akan dibiaskan ketika melalui medium dengan kerapatan yang berbeda. Kecepatan cahaya akan menurun saat memasuki air atau medium yang lebih rapat. Semakin besar perubahan kecepatan cahaya saat melalui dua medium yang berbeda, akan semakin besar pula efek pembiasan yang terjadi. Namun, pembiasan tidak akan terjadi saat benda dicelupkan dalam posisi tegak lurus. Untuk lebih jelasnya perhatikan video di bawah ini
3. Cahaya dapat dipantulkan
Kita dapat melihat sebuah benda jika ada cahaya. Prosesnya yaitu sinar/cahaya mengenai benda dan benda yang terkena cahaya memantlkannya ke mata kita.
a. Pemantulan teratur
pantul
Pemantulan teratur yaitu jika sinar datang  jatuh pada benda yang permukaannya rata. Pada pemantulan teratur sudut datang sama dengan sudut pantul.
b. pemantulan tidak teratur
pantul 2
Pemantulan tidak teratur terjadi jika sinar atau cahaya jatuh pada benda yang permukaannya tidak rata. Pada pemantulan tidak teratur sudut datang tidak sama dengan sudut pantul.
Perhatikan video mengenai pemantulan cahaya di bawah ini
4. Cahaya menembus benda bening
mene
Cahaya menembus benda bening dapat terlihat jika kita menerawangkan plastik bening ke arah sinar lampu. Sinar tersebut dapat kita lihat karena cahaya dapat menembus benda bening. Jika cahaya mengenai benda yang gelap (tidak bening) misalnya pohon, tangan, mobil, maka akan membentuk bayangan. Contoh lain yang membuktikan bahwa cahaya dapat menembus benda bening adalah jika kita berada di dalam ruangan berkaca berwarna bening dan kita memandang ke halaman kita dapat melihat anak-anak yang sedang bermain di halaman.
5. Cahaya dapat diuraikan
 pelan
Contoh bahwa cahaya dapat diuraikan yaitu pada peristiwa penguraian cahaya (dispersi) oleh titik-titik air hujan saat terjadi pelangi. Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya warna yaitu  : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila,ungu. Perhatikan video mengenai penguraian cahaya di bawah ini!
sumber : https://www.google.com/search?q=sifat+sifat+cahaya&oq=sifat+sifat+cahaya&aqs=chrome.0.69i59j69i60l2j0l3.5215j1j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Sifat-Sifat Cahaya

Gambar Bagian Mikroskop dan Fungsinya – Kami yakin sebagian besar dari kamu pernah mencoba mikroskop baik itu di sekolah maupun di tempat lain, namun jika tidak maka pasti kamu sudah pernah melihat gambarnya. Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang berukuran sangat kecil sehingga bisa dilihat secara kasar mata.
Mikroskop terdiri dari berbagai bagian dimana setiap bagiman mempunyai fungsinya masing-masing. Mikroskop membantu manusia untuk melihat organisme yang berukuran kecil (mikroskopis).
Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Simak penjelasan dari Yuksinau.iddibawah ini.

Jenis Mikroskop

Mikroskop optis adalah jenis paling umum dari mikroskop dan yang pertama diciptakan.

sumber : http://www.yuksinau.id/gambar-bagian-mikroskop-dan-fungsinya/#!


1.1. Sistem Pendengaran
Pendengaran adalah tanggapan terhadap rangsangan vibrasi mekanik. Tidak semua rangsangan menghasilkan perasaan pendengaran. Agar dapat didengar, suatu bunyi harus cukup keras dan cukup tinggi intensitasnya sesuai dengan daerah pendengaran. Keadaan ini secara fisika dikatakan bahwa getaran bunyi itu harus berada di dalam daerah frekuensi yang dapat didengar.
Pada frekuensi yang terlalu rendah untuk di dengar, getaran itu dapat dirasakan oleh alat peraba, diperlukan amlitudo yang jauh lebih besar agar dapat diraba daripada yang diperlukan untuk pendengaran. Getaran dengan frekuensi yang lebih tinggi dari daerah pendengaran tidak dapat dirasakan karena energinya sedemikian besar sehingga menyebabkan pemanasan lokal dan rasa sakit.
Hampir semua vertebrata mempunyai alat pendengaran yang mirip dengan telinga manusia. Sistem bunyi/akustik pada ikan dan amfibia tidak hanya dapat memberi tanggapan terhadap bunyi tetapi juga terhadap rangsangan kimia, gerak fluida, dan dalam beberapa hal terhadap rangsangan medan listrik. Sistem pendengaran seperti reptilia dan keluarga burung labih dekat pada telinga manusia. Secara rinci memnag ada perbedaan terutama tentang ukuran dan daerah frekuensinya.
Banyak binatang lain, misalnya insekta, yang peka terhadap energi vibrasi yang berada di dalam daerah frekuensi yang cukup tinggi. Tetapi alat penerima dan mekanisme yang dapat menimbulkan tanggapannya berbeda. Binatang bersel tunggal seperti paramesium dapat mengadakan tanggapan terhadap energi vibrasi. Jadi banyak macam sistem sensor yang peka terhadap energi vibrasi mekanik.
1. 2. Komunikasi insekta/serangga
Komunikasi dapat di definisikan sebagai perbuatan yang dilakukan untuk memberi informasi. Dengan demikian, semua metode komunikasi melibatkan perbuatan sinyal (informasi), transimis, dan resepsi. Setiap kali terjadi pertukaran informasi, maka sukar secara langsung mengamati perbuatan dan transmisinya, tetapi yang utama adalah perpindahan informasi itu harus terjadi.
Biasanya hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perubahan perilaku atau perubahaan faal penerimanya. Efek sinyal ini ada dua macam, yaitu langsung (segera setelah menerima sinyal) dan laten (memakan waktu cukup lama untuk mengamati tanggapannya, mungkin beberapa menit, jam, hari, bahkan dapat lebih lama lagi). Efek laten lebih sukar di amati daripada efek langsung.
1. 3. Komunikasi insekta/serangga dengan gelombang bunyi
Setiap orang pernah mendengar bunyi jangkrik sadar bahwa insekta relatif begitu kecil dapat mengeluarkan bunyi yang cukup keras. Suatu sinyal bunyi adalah suatu gelombang tekanan yang di gerakkan oleh adanya getaran. Insekta mempunyai sinyal efektif dalam memancarkan bunyi dengan frekuensi yang lebih tinggi lagi. Akan tetapi otot-otot insekta tidak mampu bergeser lebih cepat daripada 1 kHz, oleh sebab itu frekuensi pergerseran otot-otot itu harus dilipatkan agar dapat menghasilkan sinyal. Misalnya, jangkrik mempunyai selaput suara yang berbentuk keping lengkung yang bergetar setelah mengalami perubahan bentuk oleh otot-otot selaput, dan kembali kebentuk asalnya. Jadi selaput suara melipatkan frekuensi pergeserannya dan memancarkan bunyi.
Unsur terakhir suatu generator bunyi kerap kali berupa sejenis pemandu bunyi, yaitu suatu struktur anatomi (atau lingkungan) untuk mengarahkan dan menguatkan bunyi. Pemandu bunyi semacam itu mirip dengan kotak tertutup (jangkrik), keping (belalang), atau terompet (gangsir). Rentang transimisi sinyal yang dapat di dengar itu tergantung suhu, kelembapan udara, dan frekuensi sinyal. Jika suhu dan kelembapan udara di pertahankan konstan maka makin tinggi frekuensi sinyal, makin besar penyerapannya di udara.
Pada akhirnya, penerimaan sinyal bunyi sudah tentu membutuhkan telinga insekta. Hanya ada satu jenis mata insekta atau telinga mamalia, tetapi ada beberapa macam jenis telinga insekta. Ada dua bentuk telinga insekta yang paling lazim, yang keduanya dikaitkan dengan struktur telinga manusia yaitu reseptor rambut yang dilekatkan secara lentur dapat bergerak oleh pengaruh setiap getaran bunyi, terutama untuk mengukur gerakan dan organ timpani menggunakan selaput untuk mencatat tekanan dan gradien tekanan. Apabila bunyi diterima dan ditafsirkan, insekta dapat menghasilkan bermacam-macam tanggapan yang meliputi ; daya tarik seks, pertahanan wilayah dan perubahan lintasan terbang untuk mempertahankan kelompoknya.
1. 4. Rentang frekuensi gelombang bunyi pada insekta/serangga
Dibandingkan perbedaan frekuensi yang dimiliki manusia dengan binatang, manusia memiliki rentang kepekaan akustik yang lebih pendek dan batas frekuensi atas yang relatif rendah yaitu sekitar 20kHz. Dengan menggunakan skala logaritma, kita akan menggunakan istilah ultrasonik untuk menyatakan radiasi bunyi pada frekuensi di atas 20kHz.
picture2
Gambar 1.1. Ketergantungan frekuensi pendengaran untuk bermacam-macam binatang
Keterangan : Pita gelap menunjukkan rentang kepekaan terbesar. Garis vertikal dekat 20kHz menunjukkan batas frekuensi tinggi bagi manusia. Skala frekuensi adalah skala logaritma.
Skala logaritma dari frekuensi di tunjukkan seperti gambar 1.1.
Dari gambar 1.1. tersebut menunjukkan bahwa insekta khususnya belalang mempunyai kepekaan di daerah rentang ultrasonik.
Penggunaan sinyal-sinyal oleh insekta ini sebenarnya hanya dapat direkam dengan menggunakan rangkaian listrik dengan memakai sistem piranti elektronik.

sumber : http://adys.blog.uns.ac.id/2009/09/29/gelombang-bunyi-pada-insektaserangga/

- Copyright © Assalamualaikum - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -