Popular Post

Popular Posts

Recent post

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 11. Tampilkan semua postingan


Kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita karena terdapat cahaya. Terbukti pada saat hari gelap atau cahaya lampu di rumahmu mati kita tidak bisa melihat benda-benda di sekitar kita bukan? Mengapa kita dapat melihat benda-benda di sekitar? Pada kesempatan ini kita akan mempelajari bagaimana sifat cahaya. Selamat belajar J
Cahaya adalah salah satu bentuk gelombang. Cahaya dapat merambat di ruang hampa udara karena termasuk  jenis gelombang elektromagnetik. Jika cahaya mengenai suatu benda, seperti halnya gelombang mekanik, cahayatersebut dapat dipantulkan dan dibiaskan.
Sifat-sifat cahaya
  1. Cahaya merambat lurus
lilin
Salah satu sifat cahaya adalah merambat lurus dari sumbernya. Lihat contoh gambar di sampinng. Gambar tersebut membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Lihat pula video di bawah ini yang menunjukkan bahwa cahaya merambat lurus.
2. Cahaya dapat dibiaskan
pensil
Perhatikan gambar sebatang pensil dalam gelas berisi air diatas, pensil terlihat seolah-olah bengkok hal ini terjadi karena adanya pembiasan cahaya. Cahaya akan dibiaskan ketika melalui medium dengan kerapatan yang berbeda. Kecepatan cahaya akan menurun saat memasuki air atau medium yang lebih rapat. Semakin besar perubahan kecepatan cahaya saat melalui dua medium yang berbeda, akan semakin besar pula efek pembiasan yang terjadi. Namun, pembiasan tidak akan terjadi saat benda dicelupkan dalam posisi tegak lurus. Untuk lebih jelasnya perhatikan video di bawah ini
3. Cahaya dapat dipantulkan
Kita dapat melihat sebuah benda jika ada cahaya. Prosesnya yaitu sinar/cahaya mengenai benda dan benda yang terkena cahaya memantlkannya ke mata kita.
a. Pemantulan teratur
pantul
Pemantulan teratur yaitu jika sinar datang  jatuh pada benda yang permukaannya rata. Pada pemantulan teratur sudut datang sama dengan sudut pantul.
b. pemantulan tidak teratur
pantul 2
Pemantulan tidak teratur terjadi jika sinar atau cahaya jatuh pada benda yang permukaannya tidak rata. Pada pemantulan tidak teratur sudut datang tidak sama dengan sudut pantul.
Perhatikan video mengenai pemantulan cahaya di bawah ini
4. Cahaya menembus benda bening
mene
Cahaya menembus benda bening dapat terlihat jika kita menerawangkan plastik bening ke arah sinar lampu. Sinar tersebut dapat kita lihat karena cahaya dapat menembus benda bening. Jika cahaya mengenai benda yang gelap (tidak bening) misalnya pohon, tangan, mobil, maka akan membentuk bayangan. Contoh lain yang membuktikan bahwa cahaya dapat menembus benda bening adalah jika kita berada di dalam ruangan berkaca berwarna bening dan kita memandang ke halaman kita dapat melihat anak-anak yang sedang bermain di halaman.
5. Cahaya dapat diuraikan
 pelan
Contoh bahwa cahaya dapat diuraikan yaitu pada peristiwa penguraian cahaya (dispersi) oleh titik-titik air hujan saat terjadi pelangi. Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya warna yaitu  : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila,ungu. Perhatikan video mengenai penguraian cahaya di bawah ini!
sumber : https://www.google.com/search?q=sifat+sifat+cahaya&oq=sifat+sifat+cahaya&aqs=chrome.0.69i59j69i60l2j0l3.5215j1j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Sifat-Sifat Cahaya

Gambar Bagian Mikroskop dan Fungsinya – Kami yakin sebagian besar dari kamu pernah mencoba mikroskop baik itu di sekolah maupun di tempat lain, namun jika tidak maka pasti kamu sudah pernah melihat gambarnya. Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang berukuran sangat kecil sehingga bisa dilihat secara kasar mata.
Mikroskop terdiri dari berbagai bagian dimana setiap bagiman mempunyai fungsinya masing-masing. Mikroskop membantu manusia untuk melihat organisme yang berukuran kecil (mikroskopis).
Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Simak penjelasan dari Yuksinau.iddibawah ini.

Jenis Mikroskop

Mikroskop optis adalah jenis paling umum dari mikroskop dan yang pertama diciptakan.

sumber : http://www.yuksinau.id/gambar-bagian-mikroskop-dan-fungsinya/#!


1.1. Sistem Pendengaran
Pendengaran adalah tanggapan terhadap rangsangan vibrasi mekanik. Tidak semua rangsangan menghasilkan perasaan pendengaran. Agar dapat didengar, suatu bunyi harus cukup keras dan cukup tinggi intensitasnya sesuai dengan daerah pendengaran. Keadaan ini secara fisika dikatakan bahwa getaran bunyi itu harus berada di dalam daerah frekuensi yang dapat didengar.
Pada frekuensi yang terlalu rendah untuk di dengar, getaran itu dapat dirasakan oleh alat peraba, diperlukan amlitudo yang jauh lebih besar agar dapat diraba daripada yang diperlukan untuk pendengaran. Getaran dengan frekuensi yang lebih tinggi dari daerah pendengaran tidak dapat dirasakan karena energinya sedemikian besar sehingga menyebabkan pemanasan lokal dan rasa sakit.
Hampir semua vertebrata mempunyai alat pendengaran yang mirip dengan telinga manusia. Sistem bunyi/akustik pada ikan dan amfibia tidak hanya dapat memberi tanggapan terhadap bunyi tetapi juga terhadap rangsangan kimia, gerak fluida, dan dalam beberapa hal terhadap rangsangan medan listrik. Sistem pendengaran seperti reptilia dan keluarga burung labih dekat pada telinga manusia. Secara rinci memnag ada perbedaan terutama tentang ukuran dan daerah frekuensinya.
Banyak binatang lain, misalnya insekta, yang peka terhadap energi vibrasi yang berada di dalam daerah frekuensi yang cukup tinggi. Tetapi alat penerima dan mekanisme yang dapat menimbulkan tanggapannya berbeda. Binatang bersel tunggal seperti paramesium dapat mengadakan tanggapan terhadap energi vibrasi. Jadi banyak macam sistem sensor yang peka terhadap energi vibrasi mekanik.
1. 2. Komunikasi insekta/serangga
Komunikasi dapat di definisikan sebagai perbuatan yang dilakukan untuk memberi informasi. Dengan demikian, semua metode komunikasi melibatkan perbuatan sinyal (informasi), transimis, dan resepsi. Setiap kali terjadi pertukaran informasi, maka sukar secara langsung mengamati perbuatan dan transmisinya, tetapi yang utama adalah perpindahan informasi itu harus terjadi.
Biasanya hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perubahan perilaku atau perubahaan faal penerimanya. Efek sinyal ini ada dua macam, yaitu langsung (segera setelah menerima sinyal) dan laten (memakan waktu cukup lama untuk mengamati tanggapannya, mungkin beberapa menit, jam, hari, bahkan dapat lebih lama lagi). Efek laten lebih sukar di amati daripada efek langsung.
1. 3. Komunikasi insekta/serangga dengan gelombang bunyi
Setiap orang pernah mendengar bunyi jangkrik sadar bahwa insekta relatif begitu kecil dapat mengeluarkan bunyi yang cukup keras. Suatu sinyal bunyi adalah suatu gelombang tekanan yang di gerakkan oleh adanya getaran. Insekta mempunyai sinyal efektif dalam memancarkan bunyi dengan frekuensi yang lebih tinggi lagi. Akan tetapi otot-otot insekta tidak mampu bergeser lebih cepat daripada 1 kHz, oleh sebab itu frekuensi pergerseran otot-otot itu harus dilipatkan agar dapat menghasilkan sinyal. Misalnya, jangkrik mempunyai selaput suara yang berbentuk keping lengkung yang bergetar setelah mengalami perubahan bentuk oleh otot-otot selaput, dan kembali kebentuk asalnya. Jadi selaput suara melipatkan frekuensi pergeserannya dan memancarkan bunyi.
Unsur terakhir suatu generator bunyi kerap kali berupa sejenis pemandu bunyi, yaitu suatu struktur anatomi (atau lingkungan) untuk mengarahkan dan menguatkan bunyi. Pemandu bunyi semacam itu mirip dengan kotak tertutup (jangkrik), keping (belalang), atau terompet (gangsir). Rentang transimisi sinyal yang dapat di dengar itu tergantung suhu, kelembapan udara, dan frekuensi sinyal. Jika suhu dan kelembapan udara di pertahankan konstan maka makin tinggi frekuensi sinyal, makin besar penyerapannya di udara.
Pada akhirnya, penerimaan sinyal bunyi sudah tentu membutuhkan telinga insekta. Hanya ada satu jenis mata insekta atau telinga mamalia, tetapi ada beberapa macam jenis telinga insekta. Ada dua bentuk telinga insekta yang paling lazim, yang keduanya dikaitkan dengan struktur telinga manusia yaitu reseptor rambut yang dilekatkan secara lentur dapat bergerak oleh pengaruh setiap getaran bunyi, terutama untuk mengukur gerakan dan organ timpani menggunakan selaput untuk mencatat tekanan dan gradien tekanan. Apabila bunyi diterima dan ditafsirkan, insekta dapat menghasilkan bermacam-macam tanggapan yang meliputi ; daya tarik seks, pertahanan wilayah dan perubahan lintasan terbang untuk mempertahankan kelompoknya.
1. 4. Rentang frekuensi gelombang bunyi pada insekta/serangga
Dibandingkan perbedaan frekuensi yang dimiliki manusia dengan binatang, manusia memiliki rentang kepekaan akustik yang lebih pendek dan batas frekuensi atas yang relatif rendah yaitu sekitar 20kHz. Dengan menggunakan skala logaritma, kita akan menggunakan istilah ultrasonik untuk menyatakan radiasi bunyi pada frekuensi di atas 20kHz.
picture2
Gambar 1.1. Ketergantungan frekuensi pendengaran untuk bermacam-macam binatang
Keterangan : Pita gelap menunjukkan rentang kepekaan terbesar. Garis vertikal dekat 20kHz menunjukkan batas frekuensi tinggi bagi manusia. Skala frekuensi adalah skala logaritma.
Skala logaritma dari frekuensi di tunjukkan seperti gambar 1.1.
Dari gambar 1.1. tersebut menunjukkan bahwa insekta khususnya belalang mempunyai kepekaan di daerah rentang ultrasonik.
Penggunaan sinyal-sinyal oleh insekta ini sebenarnya hanya dapat direkam dengan menggunakan rangkaian listrik dengan memakai sistem piranti elektronik.

sumber : http://adys.blog.uns.ac.id/2009/09/29/gelombang-bunyi-pada-insektaserangga/
 
  •  
  • Ilustrasi membersihkan kuping atau telinga dengan lilin. Koichi Kamoshida/Getty Images
    Ilustrasi membersihkan kuping atau telinga dengan lilin. Koichi Kamoshida/Getty Images

    TEMPO.COJakarta – Hari ini, Jumat, 3 Maret 2017, diperingati sebagai Hari Pendengaran Sedunia. Namun sudah tahukah Anda apa saja gangguan pada telinga yang menjadi indra pendengaran kita?
    Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr Lily S. Sulistyowati, MM, mengatakan gangguan pendengaran adalah kehilangan pendengaran di salah satu atau kedua telinga. “Tingkat penurunan gangguan pendengaran terbagi dari ringan, sedang, sedang berat, berat, dan sangat berat,” kata Lily dalam konferensi pers memperingati Hari Pendengaran Sedunia di Kementerian Kesehatan, Rabu, 1 Maret 2017.

    Baca juga: Pria Lebih Berisiko Terganggu Pendengaran! Ini Alasannya
    Berikut ini jenis gangguan pendengaran dan cara pencegahannya:
    1. Tuli sejak lahir (Tuli Kongenital)
    Ketulian yang terjadi pada seorang bayi, yang disebabkan oleh faktor yang mempengaruhi kehamilan ataupun pada saat lahir. Tuli Kongenital dapat dicegah dengan tidak meminum sembarang obat selama kehamilan dan kontrol kehamilan secara rutin.
    2. Serumen
    Serumen adalah kotoran telinga. Hal ini dapat dicegah dengan tidak mengorek telinga dan mendeteksi dini pada anak sekolah dasar atau sederajat jika memiliki kecenderungan telinga tersumbat.
    3. Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) atau congek
    Terjadi akibat infeksi telinga tengah yang kronis, sehingga gendang telinga sobek dan cairan keluar. Pencegahannya, segera ke dokter jika mengalami batuk atau pilek dan menjaga kebersihan, serta perbaiki gizi.
    4. Gangguan pendengaran akibat bising
    Gangguan pendengaran akibat terpapar bising terus-menerus dalam waktu lama. Pencegahannya dengan menghindari lingkungan yang bising, menggunakan alat pelindung telinga, mengurangi waktu kontak bising. Jika menggunakan iPod atau walkman, batasi volume 50-60 persen, dan lakukan pemeriksaan audiometri berkala.
    5. Presbikusis
    Tuli saraf pada usia lanjut akibat proses degenerasi organ pendengaran terjadi secara berangsur-angsur dan simetris. Faktor risikonya adalah proses penuaan, penyakit sistemik (diabetes melitus, hipertensi, kolesterol tinggi), riwayat terpajan bising, efek samping pemakaian obat, serta gaya hidup (peminum alkohol dan perokok).

    sumber : https://gaya.tempo.co/read/852333/kenali-5-jenis-gangguan-pendengaran-yang-sering-mengganggu/full&view=ok



    Teleskop merupakan salah satu alat yang dapat kita gunakan untuk melihat benda pada jarak jauh.



    Teleskop atau teropong adalah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati. Teleskop merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi. Jenis teleskop (biasanya optik) yang dipakai untuk maksud bukan astronomis antara lain adalah transit, monokularbinokularlensa kamera, atau keker. 
    Galileo diakui menjadi yang pertama dalam menggunakan teleskop untuk maksud astronomis. Pada awalnya teleskop dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang tampak saja (seperti yang dibuat oleh Galileo, NewtonFoucaultHaleMeinel, dan lainnya), kemudian berkembang ke panjang gelombang radio setelah tahun 1945, dan kini teleskop meliput seluruh spektrum elektromagnetik setelah makin majunya penjelajahan angkasa setelah tahun 1960.
    Penemuan atau prediksi akan adanya pembawa informasi lain (gelombang gravitasi dan neutrino) membuka spekulasi untuk membangun sistem deteksi bentuk energi tersebut dengan peranan yang sama dengan teleskop klasik. Kini sudah umum untuk menyebut teleskop gelombang gravitasi atau pun teleskop partikel berenergi tinggi.

    Sejarah Teleskop 

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata bugil.
    Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens(1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.
    Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya .





    Berikut ini merupakan jenis-jenis teleskop , antara lain :
    1. Teleskop Refraktor
    Teleskop refraktor merupakan jenis teleskop pertama kali yang ditemukan dari ketiga jenis teleskop yang ada. Jenis teleskop ini digunakan untuk pertama kalinya di Belanda oleh tiga orang yaitu Hans Lippershey, Zacharias Janssen dan Jacob Metius. Kemudian dari teleskop yang ada, oleh galileo Galilei dikembangkan desain nya dan disusul pula oleh johannes kepler dengan desain yang berbeda sehingga dari desain kedua orang ini muncul desain yang akan sering kita dengar yaitu teleskop refraktor Galilean dan Keplerian. Prinsip dari semua teleskop refraktor pada umum nya sama yaitu dengan menggunakan kombinasi dua buah lensa objektif. Tujuan dari teleskop refraktor adalah membiaskan atau membelokkan cahaya. 


    2. Teleskop Reflektor

    Teleskop Reflektor adalah teleskop yang menggunakan satu atau kombinasi dari cermin lengkung yang merefleksikan cahaya dan bayangan gambar. Hampir sejumlah teleskop-teleskop astronomi yang digunakan oleh Astronom Profesional seperti NASA adalah teleskop reflektor. Teleskop Reflektor akan sangat tepat jika kita gunakan untuk pengamatan objek-objek deepsky seperti nebula, galaksi, opencluster dan comet karena untuk “light gathering” teleskop reflektor jauh lebih baik daripada teleskop refraktor sehingga untuk objek-objek yang mempunyai intensitas cahaya kecil dapat terlihat dengan reflektor.






    3. Teleskop Katadioptri (Catadioptric Telescope)

    Teleskop katadioptri merupakan jenis teleskop gabungan dari refraktor dan reflektor disatu sisi menggunakan cermin di sisi lain menggunakan lensa. Lebih simpel nya pengertian dari Teleskop Katadiotri adalah teleskop yang memadukan lensa dan cermin. Sistem katadioptri tidak hanya diterapkan pada teleskop saja melainkan seperti mikroskop, sistem mercusuar dan lensa tele pada kamera. Pada teleskop katadioptrik perpaduan lensa dan cermin mempunyai bentuk permukaan cembung seperti bola yang mempunyai beberapa kelebihan yaitu mudah untuk diproduksi, mempunyai tingkat keakuratan dalam mengkoreksi kesalahan pada lensa maupun cermin lengkung dan mempunyai sudut pandang yang relatif lebar.

    Gambar untuk jenis teleskop lainnya :
    teleskop hubble:



    teleskop bintang:


    teleskop kepler:



    teleskop skywatcher:



    teleskop bamberg:


    teleskop arecibo:


    teleskop astro:


    sumber : http://dianwahyunirahayu1.blogspot.com/2012/11/mengenal-jenis-jenis-teleskop-teleskop.html

     


    Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat dengan mata.Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek , dimana sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphigi yang mengadakan penelitian melalui Lensa yang sederhana.

    Lalu Antony Vn Leuwenhoek mengembangkan lensa sederhana itu menjadi lebih kompleks agar dapat mengamati protozoa, bakteri dan berbagai makhluk kecil lainnya. Setelah itu pada sekitar tahun 1600 Hanz dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang dikenal dengan mikroskop ganda yang lebih baik daripada mikroskop yang dibuat oleh Antony Vaan Leuwenhoek. Mikroskop berasal dari dua buah kata yaitu mikro yang artinya adalah kecil dan dari kata scopium yang artinya adalahh pengelihatan . Mikroskop adalah suatu alat yang berada didalam laboratorium yang memberikan bayangan dari benda yang diperbesar hingga ukuran tertentu hingga dapat dilihat dengan mata.

    Dalam pembentukan bayangan tersebut mikroskop menggunakan dua macam lensa yang berbeda fungsinya. Lensa yang paling sering berhubungan dengan mikroskop adalah lensa okuler dan lensa obyektif. Lensa obyektif adalah lensa cembung sedangakan lensa okuler  terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata. Dari dua macam lensa ini sudah dirancang khusus dengan perbesaran yang berbeda. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.

    Macam – Macam Mikroskop :
    • ·Mikroskop Cahaya (Light Microscope)
    • ·Mikroskop Lapangan Gelap (Dark Field Microscope)
    • ·Mikroskop Fluoresen (Fluorescence Microscope)
    • ·Mikroskop Fase Kontras (Contranst phase Microscope)
    • ·Mikroskop Elektron (Elektrone Microscope)

      Mikroskop Cahaya (Light Microscope)

      Memiliki dua jenis lensa yaitu obyektif dan okuler, sistem kerjanya dibantu dengan cara pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati dan mampu memperbesar bayangan obyek hingga 1000 X” . Merupakan mikroskop yang mempunyai bagian – bagian yang terdiri dari alat-alat yang bersifat optik, berguna untuk mengamati benda-benda atau preparat yang transparan. Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa ialah mikroskop ultraviolet, karena cahaya ultraviolet tak dapat dilihat oleh mata manusia maka bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya.

      • Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
      • Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
      • Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.


      Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

      Bagian – bagian mikroskop cahaya :
      1. Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
      2. Tabung mikroskop (tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
      3. Sekrup Pengarah Kasar (Makrometer), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
      4. Sekrup Pengarah Halus (Mikrometer), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
      5. Revolver, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
      6. Lensa Objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
      7. Pegangan, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
      8. Pegangan sedia (penjepit kaca), penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
      9. Meja Objek, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
      10. Kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
      11. Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
      12. Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
      13. Reflektor (cermin), terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya makamenggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
      14. Kaki, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop


      Semoga artikel di atas bisa bermanfat, jika Anda membutuhkan mikroskop dan alat laboratorium lainnya silahkan hubungi kami disini.

      sumber : https://www.google.com/search?q=pengertian+mikroskop&oq=pengertian+mik&aqs=chrome.2.69i57j0l5.10180j1j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

      - Copyright © Assalamualaikum - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -